Info Astronomi - Berita Seputar Astronomi -
Created By Reza Nur Wibisono, SMK KESATRIAN PURWOKERTO
Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 5
Diposkan oleh Reza Nur Wibisono | 0 komentar

Nebula

Nebula emisi Triangulum NGC 604 terletak di dalam lengan spiral Galaksi M33, 2.7 juta tahun cahaya dari Bumi. Nebula ini adalah daerah tempat terbentuknya bintang-bintang.

Nebula



Nebula (Latin: "kabut"; pl. nebulae atau nebulæ, dengan ligatur) adalah awan antarbintang yang terdiri dari debu, gas, dan plasma. Awalnya nebula adalah nama umum yang diberikan untuk semua obyek astronomi yang membentang, termasuk galaksi di luar Bima Sakti (beberapa contoh dari penggunaan lama masih bertahan; sebagai contoh, Galaksi Andromeda kadang-kadang merujuk pada Nebula Andromeda).


Astrofisika Dari Nebula


Daerah H II adalah tempat kelahiran bintang-bintang. Mereka terbentuk ketika awan molekul yang sangat luas runtuh di bawah gaya gravitasinya sendiri, seringkali disebabkan oleh pengaruh ledakan supernova yang ada di dekatnya. Awan runtuh dan terfragmentasi, membentuk hingga ratusan bintang baru. Bintang yang baru saja terbentuk mengionisasi gas yang ada di sekitarnya menciptakan nebula emisi.
Nebula yang lain terbentuk oleh kematian bintang. Sebuah bintang yang sedang mengalami transisi ke tahap katai putih menghembuskan bagian terluarnya untuk membentuk planetary nebula. Nova dan supernova dapat juga menciptakan nebula yang dikenal sebagai nova remnant dan supernova remnant.
Read more...
Diposkan oleh Reza Nur Wibisono | 0 komentar

FENOMENA ASTRONOMI DI BULAN MEI 2015



Di blog ini saya akan membagikan sedikit artikel tentang fenomena astronomi di bulan mei. Monggo di baca dan si simak siapa tau cuaca di daerah kalian cerah-cerah.....


4 Mei 2015: Bulan Purnama
Bulan akan berada pada fase Purnama (Full Moon) pada 4 Mei 2015. Peristiwa ini dapat diamati sepanjang malam mulai Matahari terbenam hingga Matahari terbit keesokan harinya. Tidak akan ada dampak negatif yang timbul dari peristiwa ini.

5 Mei 2015: Konjungsi Bulan dengan Saturnus
Bulan pasca Purnama bakal berada di sebelah Planet Saturnus pada 5 Mei 2015, mereka hanya akan terpisah 1°58' di langit malam Anda. Tidak punya teleskop? Jangan kuatir, Bulan-Saturnus dapat diamati dengan mata telanjang.<

Peristiwa ini baik diamati setelah tengah malam, sebab saat itu keduanya sudah berada di ketinggian 77 derajat dari horison Timur. Bulan akan memiliki magnitudo -12,8 sedangkan Saturnus 0,8. Keduanya akan terlihat di rasi bintang Scorpius.

6 Mei 2015: Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid
Hujan meteor Eta Aquarid mencapai puncaknya pada dinihari hingga fajar tanggal 6 Mei 2015, akan ada 50 meteor per jam (ZHR) pada puncaknya, atau dengan kata lain, akan ada sekitar 1-2 meteor per menit.

Bulan yang baru saja mencapai fase Full Moon pada saat aktivitas puncak, diprediksi akan sangat mengganggu pengamatan meteor-meteor redup pada puncak hujan meteor Eta Aquarid. Titik radian dari hujan meteor ini adalah rasi bintang Aquarius.

7 Mei 2015: Merkurius di Elongasi Tertinggi
Inilah kesempatan Anda untuk mengobservasi Planet Merkurius di langit malam, dia akan bersinar terang di magnitudo -2,1 saat berada di titik elongasi tertingginya pada 7 Mei 2015.


Dari Indonesia, kemunculan Mekurius tidak lebih dari ketinggian 14° di atas cakrawala Barat. Merkurius akan terlihat sekitar 17:57 waktu lokal, kemudian akan tenggelam menuju cakrawala sekitar 1 jam 21 menit setelah Matahari terbenam.

14 Mei 2015: Komet C/2015 G2 (MASTER) Mencapai Titik Cerlangnya
Komet C/2015 G2 (MASTER) diperkirakan akan mencapai titik paling terang, sekitar mag 5,5 saat komet akan berada pada jarak 0,80 SA dari Matahari, dan pada jarak 0,47 SA dari Bumi. [1 SA=150 juta kilometer]

Dari Indonesia sayangnya komet ini tidak akan teramati, sebab ia akan mencapai titik tertinggi di langit pada siang hari waktu Indonesia dan akan berada 0° di bawah cakrawala pada sore hari. Untuk informasi lebih lanjut tentang jalurnya di langit, lihat halaman ephemeris dari In-The-Sky.org untuk komet C/2015 G2 (MASTER).

15 Mei 2015: Bulan di Perigee
Bulan akan mencapai titik terdekat (perigee) di sepanjang orbitnya ke Bumi, dan sebagai hasilnya akan terlihat sedikit lebih besar dari pada malam lain di tanggal 15 Mei 2015.

Jarak Bulan dari Bumi bervariasi karena orbitnya bukan lingkaran sempurna, namun adalah elips. Akibat dari Bulan melintasi orbit elips mengelilingi Bumi setiap, jaraknya bervariasi sekitar 10%, antara 363.000 km dan 405.000 km.

Pada perigee 15 Mei 2015, Bulan akan berada pada fase Sabit Akhir yang tipis. Pada kesempatan ini Bulan akan berada pada jarak 366.000 km dari Bumi, dan muncul dengan diameter sudut 32,63 arcmin. Dibandingkan dengan ukuran rata-rata 31.07 arcmin.

23 Mei 2015: Oposisi Saturnus
Planet Saturnus akan berada di posisi yang bagus untuk diobservasi, di konstelasi Libra. Ia akan terlihat sepanjang malam, mencapai titik tertinggi di langit pada sekitar tengah malam waktu setempat.

> Dari Indonesia, maka akan terlihat mulai 18:28 sampai 05:10 waktu lokal. Ya, Saturnus akan mulai terlihat pada pukul 18:28 waktu lokal, ketika naik 10° di atas ufuk timur, dan kemudian mencapai titik tertinggi di langit pukul 23:47 waktu lokal, 77 ° di atas horison selatan Anda. Dan akan terbenam pada keeseokan hari pukul 5:10 waktu lokal ketika tenggelam ke 12° di atas ufuk barat Anda.

24 Mei 2015: Konjungsi Bulan dengan Jupiter
Bulan dan Jupiter akan bersebelahan di langit malam dan hanya terpisah 4°58' satu sama lain. Dari Indonesia, keduanya akan terlihat mulai 17:56 waktu setempat saat langit senja memudar, 63° di atas cakrawala Barat Laut Anda.

Pada saat pendekatan terdekat, Bulan akan berada di magnitudo -11,4, dan Jupiter di magnitudo -2.0, baik dalam konstelasi Cancer. Pasangan ini akan terlalu luas terpisah untuk muat dalam bidang pandang teleskop, tapi bisa dilihat dengan mata telanjang atau melalui teropong.
Read more...
Diposkan oleh Reza Nur Wibisono | 0 komentar

PENGALAMAN PRAKERIN

 

PENGALAMAN PRAKERIN DI STIKOM YOS SUDARSO PURWOKERTO

  

 

 





     Perkenalkan nama saya Reza Nur Wibisono Asal Purwokerto dan bertempat tinggal di Jalan Kober Gang Duku. Asal Sekolah saya SMK KESATRIAN PURWOKERTO jurusan Teknik Komputer Jaringan. Di blog ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya saat prakerin di STIKOM YOS SUDARSO. Tanggal 12 Januari 2015 tepatnya hari senin, saya mulai berangkat ke sekolah untuk pembekalan dari pihak sekolah. Setelah pembekalan, saya dan 3 teman saya menuju ke tempat prakerin bersama guru pendamping kami. Setelah sampai disana, kami dipersilahkan memperkenalkan diri kepada orang-orang yang prakerin di STIKOM. Pengalaman saya yaitu membuat 100 Sertifikat Microsoft Virtual Academy. Setelah membuat sertifikat Microsoft Virtual Academy, kami diberi hadiah berupa baju yang bertuliskan Windows dari guru pembimbing. Pengalaman selanjutnya yaitu membuat Aplikasi Appstudio Windows untuk OS Windows 8 dan diajarkan cara membuatnya lalu dipublikasikan ke Windows Store. Disana saya mendapatkan ilmu yang banyak dari pembimbing dan keceriaan teman-teman Prakerin. Saat-saat perpisahan dari tempat prakerin banyak teman-teman saya menangis karena di tempat prakerin saya mayoritas perempuan, bahkan laki-laki pun ikut menangis kecuali saya dan teman saya yang bernama Risafa Wily.


Sekian pengalaman dari saya, hanya sedikit yang bisa saya ceritakan.

Terima Kasih sudah membaca cerita pengalaman saya di tempat Prakerin

Read more...
Diposkan oleh Reza Nur Wibisono | 0 komentar

Tentang Saya


Astronom Dari Purwokerto



Perkenalkan nama saya Reza Nur Wibisono, Pengalaman saya di bidang astronomi itu mengamati gerhana bulan, komet, dan rasi bintang walaupun berbekal kamera handphone dan mata. Astronomi itu sudah menjadi hobi saya dari kelas 1 SMK walaupun basic saya adalah TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan). Kenapa saya menyukai astronomi ?, karena di bidang astronomi banyak hal-hal yang mengejutkan yang belum pernah di lihat banyak orang seperti nebula, komet, asteroid, dan planet. Banyak rahasia-rahasia dibalik penciptaan Alam Semesta dan seisinya yang masih belum diketahui oleh manusia. Umur saya baru 16 tahun dan bertempat tinggal di Jalan Kober Gang Duku, Purwokerto Barat. Selain mendalami ilmu astronomi saya juga mendalami ilmu komputer terutama dalam bidang jaringan. Di blog ini saya akan membahas tentang astronomi. Banyak orang yang awam tentang astronomi, padahal kalau dipelajari lagi tentang astronomi akan menemukan suatu hal yang belum pernah di lihat sebelumnya seperti permukaan bulan, galaksi bima sakti. Kalau mau lebih tahu tentang saya bisa lihat di facebook saya Reza Noer Wibisono.

Sekian dari saya, Terima Kasih dan SALAM ASTRO




Read more...
Diposkan oleh Reza Nur Wibisono | 0 komentar

Black Hole

Ilmuwan bingung ada benda yang bisa 'kabur' dari lubang hitam

Black Hole


AstroInd -Sampai saat ini, ilmuwan di dunia percaya bila tidak ada benda apapun di dunia yang mampu melesat mengalahkan kecepatan cahaya. Tetapi, nampaknya teori fundamental itu kini 'mental'.

Ilmuwan IFAE di Barcelona telah menemukan fenomena unik dan langka yang terjadi di sebuah lubang hitam yang terletak di pusat galaksi IC 310. Di luar prediksi para ilmuwan, dari pusat lubang hitam itu muncul pancaran sinar gamma. Padahal berdasarkan hukum Fisika tidak ada benda di alam semesta yang mampu melepaskan diri dari gaya tarik pusat lubang hitam, bahkan cahaya sekalipun.

"Tidak ada benda yang secara tiba-tiba dapat bergerak dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya dan melepaskan diri dari lubang hitam," ujar Julian Sitarek, salah satu ilmuwan IFAE, Daily Mail (28/11).

Oleh sebab itu, ilmuwan menyimpulkan bila sinar itu mampu lepas dari sedotan pusat lubang hitam tersebut karena mempunyai kecepatan super tinggi. Hal ini juga dibuktikan dengan jarak yang mampu ditempuh oleh sinar gamma tersebut dalam waktu singkat.

Berdasarkan pantauan ahli antariksa di Kepulauan Canary dengan menggunakan teleskop 'Magic', sinar gamma yang keluar dari lubang hitam tersebut mampu mencapai jarak 449 juta kilometer hanya dalam waktu 4,8 menit. Sementara untuk menempuh jarak itu, cahaya memerlukan waktu sekitar 25 menit.

Namun ilmuwan masih terus berupaya mencari tahu apakah benar sinar gamma tersebut lebih cepat dari cahaya atau ada hal lain yang memicu sinar tersebut bergerak dengan kecepatan tinggi. Untuk saat ini, ilmuwan IFAE masih beranggapan bila sinar gamma berkecepatan tinggi itu muncul setelah si lubang hitam menelan benda langit tertentu yang cukup kuat memicu pancaran 'kilat' sinar gamma.

Galaksi IC 310 adalah galaksi raksasa yang terletak di konstelasi Perseus dan berjarak 260 juta tahun cahaya dari bumi. Namun, bila memang benar ada benda yang mampu menembus kecepatan cahaya melarikan dari dari lubang hitam hal ini bisa dimanfaatkan oleh para ilmuwan untuk mengembangkan teknologi yang memungkinkan teleportasi atau bahkan perjalanan waktu.
Read more...
Diposkan oleh Reza Nur Wibisono | 0 komentar

Dua Satelit Buatan Indonesia Diluncurkan Tahun 2015

Dua Satelit 100% Made in Indonesia Diluncurkan Tahun 2015


LAPAN A2
LAPAN A2


Jakarta – Indonesia selama ini belum mampu membuat dan meluncurkan satelit sendiri. Satelit di Indonesia masih dibuat negara lain. Tahun depan, Indonesia berambisi meluncurkan 2 satelit buatan anak bangsa sendiri.

“Kita harus membangun satelit kita sendiri dan tidak tergantung dengan teknologi luar, ini yang harus kita lalui lewat percepatan teknologi satelit, agar kita bisa mengoperasikan satelit yang kita bangun sendiri,” kata Sekretaris Kemenristek Hari Purwanto, di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2014)
.
Menanggapi permasalahan tersebut, Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek) berusaha mandiri, dengan berupaya membangun sinergi antara seluruh komponen pengguna dan penyedia teknologi sistem satelit penginderaan jarak jauh (inderaja) melalui konsorsium nasional melalui tiga Lembaga Pemerintah Non Kementrian (LPNK). 3 LPNK itu yakni Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

Sementara Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menjelaskan dalam UU no 21 tahun 2013 diamanatkan untuk membuat rencana induk keantariksaan selama 25 tahun dan hal itu tengah disusun. Salah satu impiannya yaitu, memiliki satelit komunikasi dan penginderaan jauh sendiri di luar satelit yang ada saat ini.

“Dengan memiliki satelit sendiri, kita bisa menjadi negara yang mandiri dan punya daya saing, banyak aspek kalau tetap bergantung dengan bangsa luar, seolah-olah kita ditelanjangi.” jelas Thomas.

Thomas menekankan, pada dasarnya Indonesia sudah bisa membuat satelit sendiri yaitu satelit mikro, contohnya satelit Lapan A1 yang telah beroperasi selama 7 tahun. Satelit itu dibuat oleh tangan-tangan putra Indonesia namun dirakit dan di bawah pengawasan ahli di Jerman.

“Satelit Lapan A1 itu buatan Indonesia, termasuk semua alat-alatnya tapi dirakit di Jerman. Orang-orang kita diarahkan membuat satelit, dilatih dan diarahkan membuat satelit dengan buaya Indonesia, pelatihnya juga dibayar,” tutur Thomas
Satelit Lapan A1 itu diluncurkan dari Pusat Stasiun Luar Angkasa Sriharikota, India tahun 2007 dan kini telah mengorbit di ketinggian 630 km dari permukaan Bumi. Posisi orbitnya di dekat kutub selatan.

“Lapan A1 merupakan satelit eksperimen pemantauan Bumi dengan keistimewaan menggunakan video yang bisa dikendalikan. Bila kita mengarahkan satu obyek di Bumi, bisa mengendalikan satelit itu,” papar Thomas.

Karena masa ekonomis satelit Lapan A1 sudah habis, Lapan didukung Kemenristek akan meluncurkan dua satelit lagi tahun 2015. Tak seperti Lapan A1 yang dirakit putra bangsa di Jerman di bawah pengawasan ahli dari negeri yang dipimpin kanselir Angela Merkel itu, dua satelit ini murni dibuat tangan putra bangsa plus dirakit di Indonesia sendiri.

Satelit itu dinamakan Lapan A2 dan Lapan A3. Lapan A2, diberi muatan transmitter radio amatir, kerjasama Lapan dengan Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari) dan dimaksudkan untuk membantu penanganan daerah bencana. Sedangkan Lapan A3 adalah kerjasama Lapan dengan IPB, dimaksudkan untuk memantau potensi-potensi pertanian.

“Lapan A2 sekarang sedang disimpan di Ranca Bungur Bogor, Pusat Teknologi Satelit, yang kita targetkan meluncur pertengahan tahun depan. Kita juga membuat Lapan A3, sekarang dalam tahap pengujian dan pengintegrasian. Lapan A3 diharapkan juga tahun depan diluncurkan,” kata dia.

Kedua satelit itu, Lapan A2 dan Lapan A3, seperti ‘saudara tua’nya diluncurkan dari Pusat Stasiun Luar Angkasa Sriharikota, India. Kali ini, kedua satelit akan diorbitkan mendekati garis ekuator. Kedua satelit itu beratnya 54 kg.

“Lapan A2, sama buatan Indonesia dengan Lapan A1 tapi beda orbit. Kalau Lapan A2 orbitnya mendekati ekuator, kalau Lapan A1 orbitnya mendekati orbit polar (kutub). Satelit Lapan A2 sudah siap, tinggal menunggu diluncurkan,” jelas Thomas.
Read more...